Loading...
Pandangan Perusahaan

Bisnis Kami

PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) adalah perusahaan pembangkit listrik independent (IPP) di Indonesia dan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di sepanjang Sungai Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. NSHE beroperasi di bawah skema perjanjian Bangun Guna Serah (Build, Operate, Transfer/BOT) dan memiliki Perjanjian Pembelian Tenaha Listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara Indonesia (PLN) dengan periode waktu 30 tahun.

...
Pandangan Perusahaan

Komitmen Perusahaan

Kami menerapkan standar internasional (International Finance Corporation - IFC Performance Standard) dalam pengelolaan sosial secara berkelanjutan (Social sustainability). Kesejahteraan teknik (tehnique walfare), kesejahteraan sosial (social walfare), dan kesejahteraan ekologi (ecology walfare) menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar dan rakyat Indonesia.

...

NSHE libatkan ahli gempa terbaik dalam pembangunan PLTA Batang Toru

Jembatan Arboreal

Monyet Kedih (Presbytis Thomasi) atau dikenal sebagai Thomas Leaf Monkey, bermain di jembatan arboreal, dibangun untuk menghubungkan hutan Batang Toru yang terfragmentasi secara alami.

PLTA Batangtoru Proyek Strategis Nasional

PLTA Batang Toru merupakan salah satu proyek strategis nasional bidang energi baru dan terbarukan. Dengan kapasitas total 510 MW merupakan salah satu proyek PLTA terbesar di Tanah Air untuk mengatasi defisit listrik saat beban puncak di Sumatera Utara dan bagian dari proyek 35.000 MW.

PLTA Batangtoru Proyek Strategis Nasional dapat Hidup Berdampingan Dengan Orangutan

PLTA Batang Toru adalah bagian dari Program Prioritas Nasional Pemerintah Indonesia dalam bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan. Proyek ini diharapkan dapat; Berkontribusi dalam program listrik 35.000 MW, yang diharapkan pemerintah Indonesia dapat tercapai pada tahun 2028Mereduksi emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris. PLTA Batang Toru diperkirakan akan membantu menurunkan emisi CO2 sebesar 1,6 juta – 2,2 juta Mton per-tahun. Setara dengan penyerapan emisi oleh 12,3 juta batang pohon atau 120 ribu hektar hutan.Menghemat anggaran belanja negara setara dengan USD 400 juta per tahun yang diperlukan untuk pembelian bahan bakar untuk pembangkit tenaga listrik tenaga diesel.Menyediakan energi sebesar 2.124 GWh/tahun dan berkontribusi terhadap 15% kebutuhan beban puncak Sumatera.Dengan Mitigasi yang benar, PLTA Batangtoru dapat hidup berdampingan bukan saja dengan orangutan, tetapi dengan alam sekitarnya.

PLTA Batang ToruPembangkit Listrik Tenaga Air Batang Toru terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Area konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Air Batang Toru terletak di Distrik Marancar, Sipirok, dan Batang Toru (SIMARBORU).Proyek seluas 122 ha ini dibangun di atas Area Penggunaan Lain (APL), sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P. 50/Menhut-II/2009 tentang Penegasan Status dan Fungsi Kawasan Hutan, dimana APL adalah area non-hutan yang dapat digunakan untuk kepentingan publik.Area APL ini adalah bagian dari ekosistem Batang Toru yang secara keseluruhan memiliki luas 163.000 ha. Di dalam area ini, selain APL, juga terdapat hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi.Tahapan prakonstruksi dimulai sejak tanggal 21 Desember 2015, mengikuti penandatanganan perjanjian antara PPA North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan perjanjian tersebut, diharapkan PLTA Batang Toru bisa mulai beroperasi pada bulan Agustus 2022.PLTA Batang Toru didesain sebagai run-of-river, yang pengoperasiannya disesuaikan dengan debit air sungai. Salah satu keunggulan run-of- river tidak diperlukannya waduk raksasa seperti halnya pembangkit listrik tipe reservoir. Karena memanfaatkan aliran air yang ada, sistem run-of-river hanya memerlukan kolam tandon harian (daily pond).Sistem run-of-river ini memerlukan manajemen air yang tepat agar debit air yang mengalir cukup untuk menggerakkan turbin tetapi tidak membuat daerah hilir kekeringan atau terkena banjir. Sistem ini dirancang berdasarkan studi mendalam, yang mencakup catatan debit harian Sungai Batang Toru selama 26 tahun terakhir. PLTA Batang Toru direncanakan akan beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk menghasilkan 2,214 GWh pertahun.PLTA Batang Toru beroperasi dengan menerapkan kebijakan pengaturan penggunaan aliran air secara berimbang, guna menjaga fungsi ekologi sungai dan ekosistem Batang Toru.

SELENGKAPNYA