Loading...

PLTA Batang Toru


Proyek PLTA Batang Toru

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) run-of-river Batang Toru terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Area konstruksi PLTA Batang Toru terletak di Distrik Marancar, Sipirok, dan Batang Toru (SIMARBORU).

Proyek seluas 122 ha ini dibangun di atas Area Penggunaan Lain (APL), sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P. 50/Menhut-II/2009 tentang Penegasan Status dan Fungsi Kawasan Hutan, dimana APL adalah area non-hutan yang dapat digunakan untuk kepentingan publik.

Area APL ini adalah bagian dari ekosistem Batang Toru yang secara keseluruhan memiliki luas 163.000 ha. Di dalam area ini, selain APL, juga terdapat hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi.


Periode Pembangunan

Tahapan prakonstruksi dimulai sejak pertengahan 2016, mengikuti penandatanganan perjanjian antara PPA North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan perjanjian tersebut, diharapkan PLTA Batang Toru bisa mulai beroperasi pada bulan Agustus 2022.


Teknologi

PLTA Batang Toru didesain sebagai run-of-river, yang pengoperasiannya disesuaikan dengan debit air sungai. Salah satu keunggulan run-of- river tidak diperlukannya waduk raksasa seperti halnya pembangkit listrik tipe reservoir. Karena memanfaatkan aliran air yang ada, sistem run-of-river hanya memerlukan kolam tandon harian (daily pond).

Sistem run-of-river ini memerlukan manajemen air yang tepat agar debit air yang mengalir cukup untuk menggerakkan turbin tetapi tidak membuat daerah hilir kekeringan atau terkena banjir. Sistem ini dirancang berdasarkan studi mendalam, yang mencakup catatan debit harian Sungai Batang Toru selama 26 tahun terakhir. PLTA Batang Toru direncanakan akan beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk menghasilkan 2,214 GWh pertahun.

PLTA Batang Toru beroperasi dengan menerapkan kebijakan pengaturan penggunaan aliran air secara berimbang, guna menjaga fungsi ekologi sungai dan ekosistem Batang Toru.


Manajemen Air

Sistem run-off the river ini memerlukan manajemen air yang tepat agar debit air yang mengalir cukup untuk menggerakkan turbin dan tidak membuat daerah hilir kekeringan atau terkena banjir. Sistem ini dirancang berdasarkan studi mendalam, yang mencakup catatan debit harian Sungai Batang Toru selama 26 tahun terakhir.

Contoh, dari 4 turbin yang digunakan saat kondisi normal masing-masing memutar kira-kira 51,9 kubik/detik menjadi 207 kubik/detik.

Saat debit puncak, misalnya 500 kubik/detik, maka 207 kubik/detik air dialirkan melalui turbin dan 300 kubik/detik lainnya melalui sungai.

Jika debit air yang diterima di bawah 200 kubik/detik, maka turbin yang bergerak hanya tiga turbin. Jadi, powerhouseini dapat diatur, apakah akan menggunakan satu, dua, atau empat turbin selama 24 jam.

Pada musim hujan, air yang dilepas dari kolam harian melalui pintu air sebesar 2.5 m3/detik, dengan tambahan aliran air dari anak-anak sungai yang terletak di antara daily pond dengan rumah pembangkit.


Jam Operasi

PLTA Batangtoru tidak hanya beroperasi selama 6 jam dan menahan air selama 18 jam tetapi beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk menghasilkan 2,214 GWh setahun.

PLTA Batangtoru beroperasi dengan menerapkan kebijakan pengaturan penggunaan aliran air secara berimbang, antara kepentingan untuk menjaga fungsi ekologi sungai dengan kepentingan produksi listrik.


Unduh:

Buku Informasi