Loading...

Menanggapi artikel di Mongabay.com tanggal 19 Agustus 2020, kami menilai, bahwa isu yang diangkat oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN) maupun mereka yang anti pembangunan PLTA Batang Toru bersifat umum, tanpa didukung data yang spesifik dan terbaru.


BACA SELENGKAPNYA

Pembangunan berkelanjutan seharusnya menjadi landasan utama pembangunan kawasan Area Penggunaan Lain (APL) di Batang Toru yang selain memiliki habitat spesies orangutan Tapanuli, spesies baru yang diumumkan tahun 2017 juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi dengan banyaknya pengembang hadir di kawasan ini, Demikian diungkap pemerhati lingkungan,Emmy Hafild dalam acarabertema ‘Mengelola Habitat Orangutan dalam Kawasan APL’yang diselenggarakan secara daring oleh CSERM (Center for Sustainable Energy & Resources Management), Universitas Nasional, Senin,13/7.


BACA SELENGKAPNYA

Surat untuk Mongabay.com

Date : 26 Maret 2020

Jakarta, 26 Maret 2020Tanggapan untuk artikel yang diterbitkan di www.news.mongabay.com berjudul :”Scientists call forindependent review of dam project in orangutan habitat”.Yang Terhormat Tim Editorial Mongabay,Nama saya Emmy Hafild, Penasihat Senior untuk Ketua PT NSHE, produsen listrik independen proyek PLTA Batang Toru. Saya ingin menyampaikan keprihatinan perusahaan sehubungan dengan artikel di atas. Kami menganggap artikel ini bias dan terus terang tidak mewakili kepentingan terbaik orangutan Tapanuli karena hanya mengungkapkan pandangan beberapa ilmuwan yang sebenarnya mungkin atau tidak pernah berada di daerah tersebut untuk mempelajari atau mempelajari fakta nyata di Batang Toru. ekosistem


BACA SELENGKAPNYA

The recent study by CS ERM (Centre for Sustainable Energy and Resources Management), Universitas Nasional (UNAS) of the biodiversity and orangutan population living within and adjacent to the company's 1,812 ha Area of Influence (henceforth AOI). We also note that the AOI is now significantly smaller than the company's previous location permit for exploration, as the exploration phase has been completed. The company has also purchased 669 ha of land already and will purchase additional necessary areas required for the project's development within the AOI, and the remainder of the current 1,812 ha location permit will eventually also be handed back to the government, as required by Indonesian law.


BACA SELENGKAPNYA

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru mendukung penuh kegiatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara ini dengan menerjunkan Orangutan Patrol & Monitoring Unit (OPMU). Tim patrol ini akan ikut melakukan pemantauan orangutan Paya setelah proses pelepasan kembali.


BACA SELENGKAPNYA

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru menyatakan kembali komitmennya melindungi orangutan yang di luar kawasan konservasi dan kawasan sekitar area kerja PLTA di Tapanuli Selatan Sumatera Utara.


BACA SELENGKAPNYA

PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) sebagai pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru menolak tudingan telah memusnahkan orangutan Tapanuli. Agus Djoko Ismanto, Senior Adviser on Environment PT North Sumatera Hydro Energi (NSHE), menegaskan bahwa PLTA justru memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelangsungan hidup orangutan


BACA SELENGKAPNYA

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru telah melalui kajian-kajian yang dipersyaratkan termasuk Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).


BACA SELENGKAPNYA