Loading...

Aksi Mitigasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pembangunan akan membawa dampak sementara terhadap lingkungan disekitarnya. Perusahaan berkomitmen untuk mengikuti pedoman-pedoman cermat dalam setiap bagian pekerjaan proyek yaitu melalui:

  • Tindakan yang dilakukan terhadap potensi dampak negatif adalah dihindari (avoid) apabila memungkinakan untuk dihindari.
  • Apabila tidak dapat dihindari kemudian diminimalisasi (minimalize), atau dikelola dan
  • Untuk melakukan penggantian (offset) terhadap residu dampak.
  • Implentasi Biodiversity offset,yaitu melakukan kegiatan-kegiatan konservasi sumberdaya alam termasuk perbaikan habitat, peningkatan populasi, dan lain-lain.

Sebagai upaya untuk memetakan potensi dampak negatif dan membuat rencana aksi untuk menghindari potensi dampak negatif, serta menyiapkan rencana mitigasi untuk potensi dampak yang mungkin terjadi, perusahaan telah menjalankan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Environmental Safety Health Impact Assessment(ESHIA) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL/RPL) berdasarkan standar internasional International Financial Corporations (IFC) Performance Standards.

Sebagai contoh, di luar dari 122 hektar lahan proyek permanen,NSHE akan memulihkan dan menanam kembali sisa lahan seluas 446,6 hektar atau 67% dari total area yang digunakan selama pembangunan konstruksi proyek.


Kajian Gempa

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang berada di banyak patahan aktif Bumi, sehingga negeri ini amat rawan diguncang gempa. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan utama PT NHSE saat mengembangkan proyek PLTA Batang Toru.PLTA Batang Toru sudah memperhitungkan risiko gempa sehingga dirancang dengan standard International Commissions on Large Dams (ICOLD) oleh para ahli dari Tiongkok, Prancis, Taiwan dan Indonesia.

Selain itu, Komisi Keselamatan Bendungan Indonesia (IDSC) Kementerian PUPR telah meninjau dan memberikan izin pembangunan konstruksi PLTA Batang Toru.