Loading...

Gambaran Umum

Batang Toru adalah Kawasan yang melingkupi tiga kabupaten: Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara di Propinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kawasan ini kaya akan sumber alam dan keanekaragaman hayati.

Luas kawasan Batang Toru adalah 163,000 ha dan meliputi:

  • Hutan Lindung (Hutan primer dan hutan sekunder)
  • Hutan Konservasi
  • Hutan Produksi
  • Area Penggunaan Lain, yang dialokasikan pemerintah untuk Kawasan pemukiman, pertanian, pertambangan, dll.

Selain kekayaan hutan, Batang Toru juga memiliki kekayaan satwa seperti Orang Utan, Harimau Sumatera, Ikan Jurung, Tapir, Beruang, dan Burung Rangkong yang merupakan satwa endemik.

Kawasan Batang Toru terdiri dari berbagai macam penggunaan lahan, termasuk areal lokasi proyek PLTA Batang Toru yang didominasi kebun karet. Berbagai macam penggunaan lahan tersebut menyebabkan hutan-hutan Batang Toru yang merupakan habitat satwa liar menjadi terpisah antara yang satu dengan lainnya, seperti dengan:

  • Perkebunan
  • Pertambangan
  • Jalan Raya
  • Pemukiman dan perkotaan

Berdasarkan Data Disbun Sumut (2017), diketahui bahwa keberadaan perkebunan rakyat di Tapanuli Selatan tersebar dengan luas yang bervariasi, baik di Kecamatan Angkola Timur (361,50 Ha), Batang Toru (2.120,50 Ha), Marancar (61 Ha), dan Angkola Sangkunur (305 Ha).

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat pada area lingkar proyek berprofesi sebagai petani, baik itu petani karet, kopi, cokelat, padi, ataupun tanaman budidaya lainnya.