Loading...

Teknologi


PLTA Batang Toru didesain sebagai run-off the river, mirip seperti micro hydro yang pengoperasiannya menyesuaikan dengan debit air sebuah sungai. Keunggulan Run-off the river adalah tidak menampung air di dalam waduk seperti halnya pembangkit listrik tipe reservoir tetapi memanfaatkan air yang mengalir secara alamiah. Cadangan air tidak disimpan di waduk melainkan disimpan secara alamiah di hutan-hutan yang berada di bagian hulu DAS Batangtoru.

Berbeda dengan PLTA umumnya yang berkonsep reservoir, PLTA Batang Toru, tidak menggunakan waduk raksasa untuk menampung air, tapi hanya kolam tandon harian (daily pond). Karena itu, luas area genangannya juga kecil hanya 66 Ha, sangat jauh jika dibanding waduk-waduk PLTA yang memerlukan genangan ribuan hektar.

Konstruksi Dan Pembangunan

Dalam pembangunan proyek PLTA Batang Toru, kami sangat memperhatikan kelestarian lingkungan alam serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Agar pembangunan PLTA Batangtoru dapat dilaksanakan sesuai dengan standar internasional, maka perusahaan secara sukarela mengikuti Equatorial Principles yang mengadopsi IFC Standard.

Konstruksi

Dalam perkerjaan konstruksi pembangunan PLTA Batangtoru, kami menggunakan teknik konstruksi standar yang sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Khusus untuk terowongan, teknik yang dipergunakan adalah blast & drill, yaitu mengebor lubang pada dinding terowongan untuk menempatkan peledak, kemudian meledakkannya jauh di dalam tanah. Proyek ini telah memiliki izin khusus terkait penggunaan bahan peledak, serta diawasi oleh instansi terkait.

Periode Pembangunan

Pembangunan PLTA Batang Toru terbagi ke dalam lima tahap, dengan total waktu 59 bulan setelah tanggal Persetujuan Pembiayaan PLTA Batangtoru, sesuai Perjanjian dengan PT PLN (Persero) yang terbagi dalam 5 tahap.

- Tahap I: Pelaksanaan proyek dimulai sejak Tanggal Persetujuan Pembiayaan, yaitu tanggal 31 Agustus 2017.

- Tahap II: Penggalian terowongan pengalih, penggalian fondasi bendungan, serta penempatan fasilitas pendukung .

- Tahap III: Pengosongan dan penggalian fondasi bendungan hingga mencapai batu karang, sesuai kriteria yang dipersyaratkan; peningkatan dan perbaikan kondisi fondasi bendungan, baik terhadap kualitas kekuatan maupun permeabilitas batuan dasar bendungan, dengan pekerjaan pengkonsolidasian dan curtain grouting; pembangunan bendungan hingga mencapai puncak bendungan.

- Tahap IV: Penyelesaian terowongan pembawa air dan surge tank, serta pemasangan semua peralatan mekanikal, seperti pintu air, pipa pusat, mesin pembangkit, serta SUTET.

- Tahap V: Uji peralatan pembangkitan dan uji laik operasi. Tanggal Operasi Komersial PLTA Batang Toru, sesuai perjanjian dengan PLN, jatuh pada tanggal 1 Agustus 2022.

Manajemen Air


PLTA Batang Toru adalah pembangkit listrik run-of- the river, sehingga tidak ada bendungan besar hanya membutuhkan daily pond. Sejumlah pintu air dibangun untuk mengatur aliran air sehingga PLTA Batangtoru tidak perlu menahan air dalam jumlah besar

Sistem run-off the river ini memerlukan manajemen air yang tepat agar debit air yang mengalir cukup untuk menggerakkan turbin dan tidak membuat daerah hilir kekeringan atau terkena banjir. Sistem ini dirancang berdasarkan studi mendalam, yang mencakup catatan debit harian Sungai Batang Toru selama 26 tahun terakhir.


Contoh, dari 4 turbin yang digunakan saat kondisi normal masing-masing memutar kira-kira 51,9 kubik/detik menjadi 207 kubik/detik.

Saat debit puncak, misalnya 500 kubik/detik, maka 207 kubik/detik air dialirkan melalui turbin dan 300 kubik/detik lainnya melalui sungai.

Jika debit air yang diterima di bawah 200 kubik/detik, maka turbin yang bergerak hanya tiga turbin. Jadi, powerhouse ini dapat diatur, apakah akan menggunakan satu, dua, atau empat turbin selama 24 jam.

Pada musim hujan, air yang dilepas dari kolam harian melalui pintu air sebesar 2.5 m3/detik, dengan tambahan aliran air dari anak-anak sungai yang terletak di antara daily pond dengan rumah pembangkit.

Jam Operasi

PLTA Batangtoru tidak hanya beroperasi selama 6 jam dan menahan air selama 18 jam tetapi beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk menghasilkan 2,214 GWh setahun.

PLTA Batangtoru beroperasi dengan menerapkan kebijakan pengaturan penggunaan aliran air secara berimbang, antara kepentingan untuk menjaga fungsi ekologi sungai dengan kepentingan produksi listrik.



PLTA Batang Toru

PLTA Batangtoru merupakan bentuk nyata dalam skema pemanfaatan jasa lingkungan yang bersumber dari air untuk dikonversi menjadi energi listrik dengan memanfaatkan aliran sungai.

Sumber energi airnya berasal dari aliran sungai Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan yang memiliki Panjang ±174 km dengan lebar mencapai 40-60 meter, serta kemiringan tebing sungai mencapai 45?-60? sehingga menyimpan potensi energi baru terbarukan yang besar.

APAKAH ANDA MASIH MEMILIKI PERTANYAAN TENTANG LAYANAN KAMI?

Segera hubungi kami apabila ada pertanyaan yang ingin ditanyakan