Tanah Longsor di Wek Marancar Kecamatan Batangtoru Akibat Hujan Deras

Telah terjadi bencana alam tanah longsor di Wek Marancar kecamatan Batangtoru, pada hari Kamis 29 April 2021, pukul 18.20 WIB yang disebabkan oleh hujan lebat yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB.

Tanah longsor yang berasal dari tebing di luar area proyek PLTA Batangtoru menerjang masuk ke area proyek dan menyebabkan jatuhnya korban dari pihak proyek maupun masyarakat serta menyebabkan rusaknya 3 jalan proyek di area Wek Marancar.

Sebelum bencana tanah longsor terjadi, karyawan K3 Sinohydro bernama Dolan Sitompul bersama 2 orang karyawan Sinohydro (warga asing) bernama Long Quan dan Xie sekitar pukul 18.10 mengendarai sebuah mobil double cabin untuk mengecek dan mendokumentasikan terjadinya penumpukan lumpur setinggi 50 Cm yang terjadi pada pukul 16.30 di luar proyek pembangunan PLTA dalam kawasan Wek Marancar, akibat hujan lebat yang mengguyur lokasi sejak siang hari.

Pihak Sinohydro mencurigai penumpukan lumpur di lokasi ini dapat menyebabkan longsor dan berpotensi menerjang area proyek, sehingga pihak Sinohydro perlu mengeceknya agar dapat menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi dan mengatasi.

Setelah melakukan pengecekan dan mengambil dokumentasi sekitar pukul 18.20 terjadi tanah longsor yang langsung menimpa dan menggulung para karyawan Sinohydro tersebut. Namun Xie yang sempat melihat adanya longsoran berhasil meloncat keluar dari dalam mobil dan lari menyelamatkan diri. Sementara rekannya, Long Quan dan Dolan Sitompul tersapu tanah longsor.

Longsoran tanah itu terus meluncur dan menyapu sebuah warung kopi milik Anius Waruwu yang tepat berada di bawahnya.

Saat ini kami belum dapat memberikan informasi mengenai jumlah keseluruhan korban karena belum mendapatkan informasi lebih lanjut dan proses pencarian korban yang ditangani langsung oleh pemerintah Daerah Tapanuli Selatan masih terus berlangsung.

Sebelumnya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Tapanuli Selatan telah melakukan peninjauan ke lokasi bencana dan menyatakan bahwa tanah longsor ini merupakan bencana alam. Pemerintah daerah Tapanuli Selatan segera melakukan koordinasi serta melibatkan instansi terkait untuk melakukan pencarian dan evakusi korban langkah langkah lain seperti:

o Menyiapkan 5 unit Ambulance dari Dinas Kesehatan Kab. Tapsel

o Pendirian Posko penyelamatan dan kendali operasi di bawah BPBD Kab. Tapsel, sedangkan Penanggung Jawab Kendali Utama oleh Camat Kecamatan Marancar selaku Ketua Posko Penyelamatan.

o Operasi pengerahan Personil TNI-Polri dan pengaman NSHE.

o Membuat Rencana Evakuasi Korban adalah Rumah Sakit Umum Daerah Kab Tapsel di Sipirok.

o Menentukan Titik penyekatan Pos Pengamanan dilakukan di Jembatan Rambin dan Cruser untuk mencegah masyarakat memasuki lokasi.


PT NSHE turut mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam pencarian korban yang dilakukan antara lain:

o Menyiapkan 2 Unit Ambulance dan 3 unit kendaraan Double Cabin sebagai cadangan Ambulan dalam rangka evakuasi.

o Menyiapkan alat berat yang dibutuhkan


Kami berharap dan berdoa, agar upaya pencarian korban dapat berjalan dengan lancar dan untuk itu perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin.

Sebagai wujud kepedulian dan simpati terhadap korban, perusahaan akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban sesuai dengan prosedur yang berlaku serta berdasarkan kebijakan perusahaan yang akan diambil atas kejadian ini. Namun untuk korban yang bukan karyawan, perusahaan akan memberikan uang tali kasih sebagai wujud kepedulian kami.


Ir. Firman Taufick,Communication & External Affairs Director, PT North Sumatera Hydro Energy.