Basarnas Hentikan Pencarian Korban Eskavator Jatuh ke Sungai Batangtoru

Sipirok, Tapsel-Badan SAR Nasional (Basarnas) hari ini secara resmi menghentikan pencarian operator excavator, Afwan Mari Mansyah Ritonga (38 tahun) yang masih hilang tersapu tanah longsor akibat hujan deras di area proyek PLTA Batang Toru pada Jumat 4 Desember,

“Keputusan untuk menghentikan operasi pencarian sesuai perintah pimpinan berdasarkan hasil penyelidikan, analisa, evaluasi tim atas upaya-upaya yang sudah di lakukan dalam beberapa hari ini terutama dengan mempertimbangkan beratnya medan,” jelas Muhammad Rizal Rangkuti, Ketua Tim SAR Gabungan dan Komandan Tim Basarnas, di ruang pertemuan PLTA Batangtoru Site Sipirok (Kamis, 10/12).

“Berdasarkan evaluasi dan sesuai arahan pimpinan, operasi SAR tidak efektip lagi dilakukan, melihat kondisi di lapangan, maka jika tetap dilanjutkan, bisa membahayakan anggota tim. ujar Rizal menjelaskan.

Di hadapan perwakilan Forkopimda Tapsel, Manejemen PT NSHE, PT Syno Hydro, Muspika, Jajaran Pemkab Tapsel, Tokoh Masyarakat dan perwakilan keluarga korban Rizal memaparkan berbagai upaya yang dilakukan tim gabungan untuk mencari korban yang diduga kuat ikut terbawa longsor ke Sungai Batangtoru.

“Semua upaya dilakukan sesuai kemampuan dan tetap mengacu pada SOP yang ditetapkan, namun langkah dan upaya tersebut, belum membuahkan hasil, sesuai dengan yang diharapkan,” jelasnya.

Sementara itu PT North Sumatera Hydro Energy NSHE, dalam pernyataan resmi yang disampaikan Communication & External Affairs Director, Firman Taufick menyampaikan, ucapan terima kasih perusahaan kepada seluruh tim SAR gabungan dari unsur Basarnas dan BPBD, TNI dan Polri, yang telah terlibat dalam pencarian korban selama 6 hari ini.

“Tidak lupa rasa terima kasih kami kepada Pemerintah Daerah Tapanuli Selatan, Camat Sipirok, Kepala desa dan relawan serta pihak lain yang tidak dapat saya sebut satu persatu yang telah secara tulus dan bahu membahu mendukung upaya tim gabungan dalam mencari saudara kita, Afwan Mari Mansyah Ritonga,” jelas Firman Taufick.

Lebih jauh Firman menyatakan perusahaan dapat memahami keputusan Basarnas untuk menghentikan operasi pencarian. “Kami memahami keputusan Basarnas menghentikan pencarian korban karena sesuai dengan protokol yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Kami manajemen PLTA Batangtoru akan membentuk tim yang akan melanjutkan pemantauan korban selama 1 minggu dan akan dievalusi,” jelas Firman Taufick.

“Namun mengingat beratnya medan serta risiko bahaya yang besar, maka anggota tim pemantau akan dipilih dari orang-orang yang memiliki kemampuan khusus,” ia menambahkan.

PT NSHE juga akan akan terus berkoordinasi dengan Basarnas yang menyatakan akan tetap melakukan pemantauan di lapangan meskipun kegiatan telah resmi dihentikan, jika ada perkembangan baru di lapangan.

Basarnas sendiri menyatakan tidak serta merta menutup seluruh kegiatan operasi, namun tetap memantau melalui pihak perusahaan dan relawan di lapangan.

“Apabila nanti posisi korban sudah dapat di ketahui namun pihak perusahaan atau masyarakat yang tidak dapat melakukan evakuasi, maka Basarnas tetap merespon untuk melakukan pertolongan dalam rangka proses evakuasi korban,” ujar Rizal.

PT NSHE juga menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang dialami. “Kepada keluarga saudara kita Afwan ijinkan kami untuk kembali menyampaikan rasa duka cita mendalam kami atas musibah ini dan kami sangat memahami apa yang dirasakan keluarga yang ditinggalkan, untuk itu kami berharap pihak keluarga dapat selalu tabah dan ikhlas atas musibah ini,” kata Firman.

Pihak manajemen PLTA Batangtoru menyatakan bertanggungjawab penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan atas musibah ini dan saat ini tengah dibicarakan, difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Hadir pada pertemuan itu, Bupati Tapsel diwakili Staf Ahli, Ali Akbar Hutasuhut, kabag Ops sekalu Perwakilan Kapolres Tapsel, Danramil selaku perwakilan Dandim 0212 TS, Kasat Sabhara Polres Tapsel, Menejemen PT NSHE dan Sinohydro, Kalaksa BPBD Tapsel Ilham Suhardi, Perwakilan Disnaker Tapsel Partahian Ritonga, Perwakilan Satpo PP, Jhon Pieter, Kabid Darlog BPBD Hotmatua Rambe, Camat Sipirok dan 8 orang perwakilan keluarga korban.

******