Hendropriyono Apresiasi Kerja Keras Pelaksana Proyek PLTA Batang Toru

Jakarta, Berisatu.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendopriyono mengapresiasi kerja keras pemrakarsa dan para pelaksana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Meski sempat ada penolakan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat, proyek itu akhirnya bisa berlanjut dengan baik.


"Akhirnya proyek ini bisa terus berlangsung, karena sesungguhnya tidak ada yang dilanggar. PT PT North Sumatera Hydro Energi (N-SHE) telah memenangkan gugatan mereka dan sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Hendropriyono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (8/3/2021).


Pada Minggu (7/3/2021), Hendropriyono dan rombongan meninjau pembangunan PLTA Batang Toru tersebur. Peninjauan pembangunan terowongan pembantu di Sipirok itu didampingi pimpinan N-SHE, pimpinan proyek, Danrem Tapanuli Selatan (Tapsel) Kolonel Febriar Buyung, mantan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu, dan pejabat lainnya.


Hendropriyono merasa puas dengan pembangunan proyek PLTA yang berjalan lancar walaupun sebelumnya banyak hambatan berupa penolakan yang dilakukan sejumlah LSM di tingkat nasional dan global. Selain para pelaksana proyek, apresiasi juga diberikan kepada Pemda Tapanuli Selatan dan otoritas keamanan setempat.


Mantan Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu mengatakan, pembangunan PLTA Batang Toru justru membantu pemeliharaaan lingkungan. Buktinya, pada 2020 ketika dia mengakhiri masa jabatan, Kabupaten Tapsel menerima penghargaan Kalpataru. "Kami menerima penghargaan itu dari Menteri Lingkungan Hidup disaksikan Bapak Presiden Jokowi," kata Syahrul Pasaribu yang menjabat Bupati Tapsel selama dua periode 2010-2020.


PLTA Batang Toru merupakan pembangkit hydro terbesar di Sumatera dengan kapasitas 4 x 127,5 MW. Nilai proyek tersebur sebesar US$ 1,668 miliar atau sekitar Rp 20 triliun dengan pembagian 25% dari PLN PJB. PLTA ini ditargetkan beroperasi pada 2026 dan akan memasok kebutuhan listrik di Sumatera serta memperkuat pasokan listrik di Jawa-Bali.


Jika sudah beroperasi, PLTA Batang Toru dapat memproduksi listrik sebesar 2.124,03 GWh per tahun dan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 16 megaton per tahun. Selain itu, keberadaan PLTA ini juga akan mengurangi belanja negara sebesar Rp 54 triliun setiap tahun.


PLTA Batang Toru juga memberikan kontribusi dalam pencegahan pemanasan global, mendukung perekonomian dan kelestarian ekosistem, terutama di daerah aliran sungai Batang Toru. Saat ini sedang dikerjakan pembuatan terowongan sepanjang 12 km dari Sungai Batang Toru hingga pembangkit listrik yang disiapkan di Marancar, Tapsel.


Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu menyambut baik kedatangan Hendropriyono beserta rombongan di kantor bupati di Sipirok. Pihaknya dan seluruh rakyat Tapsel merasa sangat diuntungkan dengan pembangunan PLTA Batang Toru.



Mrdia    : BeritaSatu.com

Date     : 8 March 2021

Link     :  https://www.beritasatu.com/nasional/743065/hendropriyono-apresiasi-kerja-keras-pelaksana-proyek-plta-batang-toru