Loading...

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020

Bergandengan Tangan Menyelamatkan Ekosistem Batang Toru

Atas nama seluruh Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Board of Director PLTA Batang Toru, saya mengucapkan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2020. Tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia tahun ini adalah Time for Nature, atau bersentuhan/berhubungan dengan alam. Kami, sebagai perusahaan yang memanfaatkan berkah alam berupa arus sungai untuk mensuplai listrik bersih untuk kebutuhan Sumatera Utara, dan berlokasi di salah satu ekosistem yang paling tinggi keanekaragaman hayatinya, sadar betul bahwa keberlangsungan hidup dari PLTA Run-of-River tergantung dari terjaganya kondisi alami ekosistem Batang Toru yang baik, yang memberikan kelimpahan air yang bersih untuk menjalankan turbin kami secara berkelanjutan. Untuk itu kami wajib menjaga kelestarian alam di sekitar kami, dalam hal ini kelestarian ekosistem Batang Toru. PLTA Batang Toru bukan hanya proyek pembangunan pembangkit listrik tetapi juga adalah proyek lingkungan hidup.

Sebagai independent power producer yang merupakan bagian dari proyek strategis pemerintah membangun 35.000 MW pembangkit listrik pada tahun 2030, kami menyumbang 510 MW dari sumber energi terbarukan. Proyek ini juga menjadi bagian dari target pemerintah Indonesia untuk menaikkan porsi enerji terbarukan dalam bauran enerji Indonesia, dari 14% menjadi 23% pada tahun 2025. Selain itu, proyek ini juga masuk dalam daftar proyek penurunan emisi Gas Rumah Kaca dalam National Development CommitmentIndonesia untuk Persetujuan Perubahan Iklim Paris, dengan perhitungan kontribusi kurang lebih 4 juta MTE carbon per tahun. Oleh karena itu, kami sangat sadar dengan tanggungjawab yang ada di pundak kami dan akan bekerja sekuat tenaga untuk dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan dengan pengelolaan lingkungan yangmaksimal.

Dalam momen yang sangat berharga ini, ijinkanlah kami menyampaikan laporan kepada Anda semua berupa hasil-hasil kerja kami sejak proyek kami dimulai bulan September 2017. Kami menyadari penuh bahwa proyek kami berlokasi di dalam kawasan APL yang menjadi habitat orang utan Tapanuli, spesies endemik yang hanya terdapat di Kawasan ekosistem Batang Toru yang masuk kategori sangat langka (critically endangered) dalam daftarsatwa langka IUCN. Karena kami bukan ahli orang utan, maka kami menjalin kerjasama dengan individu-individu ataupun institusi-institusi yan berwenang dan yang ahli mengenai orang utan dan bekerja di Kawasan Batang Toru, untuk menjamin bahwa pembangunan PLTA Batang Toru akan menjamin keberlangsungan populasi orang utan Tapanuli di sekitar lokasi proyek bahkan memberikan efek yang positif pada upaya perlindungannya.

Institusi yang menjadi mitra kerja kami sudah pasti adalah pemerintah yang berwenang dalam konservasi, yaitu Balai BKSDA Propinsi Sumatera Utara, BKSDA Kabupaten Tapanuli Selatan, Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli dan lain-lain. Kami juga bekerja sama dengan LSM Internasional, yaitu Yayasan PanEco yang dalam pelaksanaannya bernaung di bawah Yayasan Ekosistem Lestari (YEL). Mereka sudah hampir 20 tahun bekerja meneliti dan melindungi orang utan Tapanuli dan mempunyai stasiun riset di Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain itu kami juga menjalin Kerjasama dengan Center for Sustainable Energy and Resources Management (CSERM) Universitas Nasional serta beberapa ahli dari Universitas Indonesia. Laporan tersebut dapat Anda baca di laman ini. Bersama mitra-mitra ini, kami sedang mempersiapkan program-program konservasi yang penting untuk melestarikan orang utan Tapanuli, yang selama ini belum pernah ada.

Kami juga bekerjasama dengan masyarakat setempat dalam upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam melindungi orang utan Tapanuli maupun untuk memberdayakan ekonomi dan bahkan memperkuat kearifan tradisional mereka. Kami telah memfasilitasi masyarakat sekitar kami untuk mendapatkan 1.777 Ha hak-hak pengelolaan hutan terdiri dari berbagai macam jenis hak, mendukung kelompok masyarakat Hatabosi yang telah melakukan pengelolaan airnya secara turun temurun, mendukung pemerintah mendidik dan merekrut 70 orang kader konservasi, serta merekrut 40 orang masyarakat lokal sebagai tim inti monitoring orang utan kami. Sementara LSM lokal juga terlibat dalam program kami, melakukan monitoring hidupan liar dan pembibitan pohon makanan orang utan.

Tahun 2020 ini adalah tahun Covid-19, semua segi kehidupan kita terpengaruh oleh adanya virus ini, termasuk juga proyek kami dan program-program lingkungan yang telah direncanakan terpaksa ditunda sementara waktu. Pada saat ini, di lapangan, hanyalah program-program monitoring yang masih berlangsung dan yang dilakukan oleh LSM dan staf lokal. Namun sesuai dengan redanya wabah ini, maka kami juga akan segera aktif kembali dengan kecepatan penuh.

Salam,

Firman Taufick